Fragmen 43 – Pikiran-Pikiran GuoGuo Part 2

Fragmen 43 – Pikiran-Pikiran GuoGuo Part 2

Pikiran-Pikiran GuoGuo Part 2 Raja Pasukan Iblis “Oh … soal itu … ibu guru pikir ibu guru bisa menjadi kakak GuoGuo.” Su XiaoRan sudah sadar kalau dia memang iblis kecil. Tapi tidak dengan GuoGuo. Kalau Su XiaoRan bisa menjadi mama mudanya, maka bukankah dia bisa bebas tanpa takut di kelas? Lantas bocah-bocah nakal yang mengenakan …

Read More Read More

Fragmen 43 – Pikiran-Pikiran GuoGuo Part 1

Fragmen 43 – Pikiran-Pikiran GuoGuo Part 1

Pikiran-Pikiran GuoGuo Part 1 Raja Pasukan Iblis Ruan QingShuang dan Qiu Yan mengantarkan GuoGuo ke sekolah tepat waktu, dan Qiu Yan bersikeras menunggu di sekolah sampai selesai. Ruan QingShuang khawatir tentang restoran dan kembali sendirian. Xu Yun tahu Qiu Yan tidak yakin dengan lingkungan sekolah yang buruk. Lagi pula, kemarin Qin Wan’er membawa berita yang …

Read More Read More

Fragmen 42 – Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 3

Fragmen 42 – Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 3

Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 3 Raja Pasukan Iblis Mendengar ini, 7-8 gangster brutal yang tergeletak di tanah mengertakkan giginya dan bangkit berdiri. Siapa yang mau tendangan berikutnya! Baru saja Xu Yun memberi pelajaran, mereka benar-benar sudah kehilangan keinginan untuk bertarung, tetapi masih bisa bekerja. “Meskipun kalian tidak akan dibayar, tetapi bekerjalah dengan baik. …

Read More Read More

Fragmen 42 – Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 2

Fragmen 42 – Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 2

Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 2 Raja Pasukan Iblis Awalnya karena Yun-ge membiarkan Wei WeiMing di tempatnya, QiangZi dan yang lainnya yang bersorak berhenti dengan ekspresi bangga dan sombong. Satu demi satu mereka dalam diam menatap lawan. Mungkin itu karena kapak di tangan lawan terlalu tajam, jakun QiangZi tidak bisa tidak selain gemetar. Di …

Read More Read More

Fragmen 42 – Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 1

Fragmen 42 – Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 1

Menyapu Si Jahat Yang Sombong Part 1 Raja Pasukan Iblis Xu Yun memegang es krim berlapis empat di mulutnya dan membawa sebuah kantong plastik transparan. Sambil melangkah dengan sandal jepit santai, ia berjalan melewati sosok Wei yang besar dan mengesankan, langsung menuju pintu masuk restoran panacea. QiangZi sangat gembira dan harapannya kembali bangkit, dan cepat-cepat …

Read More Read More

Fragmen 41 – Pakaian Dalamnya Tidak Cocok? Part 2

Fragmen 41 – Pakaian Dalamnya Tidak Cocok? Part 2

Pakaian Dalamnya Tidak Cocok? Part 2 Raja Pasukan Iblis Qiu Yan kembali ke restoran panacea saat sudah larut malam tetapi sedikitpun dia belum mengantuk. Xu Yun membuka pintu, sudut-sudut mulutnya menyunggingkan senyuman kecil. “Apa kamu menemukan sesuatu?” “Tidak ada.” Qiu Yan tidak banyak bicara. “Sepertinya dalam anggota gengster tidak berguna itu tidak ada pasukan elit.” …

Read More Read More

Fragmen 41 – Pakaian Dalamnya Tidak Cocok? Part 1

Fragmen 41 – Pakaian Dalamnya Tidak Cocok? Part 1

Pakaian Dalamnya Tidak Cocok? Part 1 Raja Pasukan Iblis Kata-kata Qin Wan’er membawa tekanan besar pada Qiu Yan. Setelah mendengar berita ini, Qiu Yan terdiam. Elite tingkat 1 di bawah Blue Ghost, penjahat peringkat-S China–selain orang itu, siapa lagi yang bisa melakukan itu? Apakah kalajengking beracun itu datang sedikit lebih awal ….. “Apa yang kamu …

Read More Read More

Biadab (Savage) – Part 27

Biadab (Savage) – Part 27

Biadab (Savage) – Part 27 Mungkin bagi Ratna, itu adalah pengakuan suaminya yang teramat membahagiakan dirinya. Atas dasar-dasar inilah Ratna menyetujui permintaan orang yang disangka suaminya itu. “Bapak—serius?” “Tentu saja, Bu. Sejak kapan—bapak mempermainkan wanita yang sangat bapak sayangi.” Benar-benar sandiwara yang sanggup mematahkan hati seseorang. Sejak saat itu pula Karna silih bergantian dalam selang …

Read More Read More

Biadab (Savage) – Part 26

Biadab (Savage) – Part 26

Biadab (Savage) – Part 26 “Bapak, kok—belum pulang juga, ya.” Saat itu waktu sudah menunjukkan pada pukul lima sore pas. Ratna tidak tahu harus bagaimana lagi untuk menenangkan apa yang dicemaskannya itu tak kunjung tiba. “Kata kamu—bapak—pulang sore, Er.” “Tadi siang sih—bilangnya begitu, Bu.” Jawab Erna, “Katanya sore ini—bapak mau pulang.” “Emang kamu tadi siang—ketemu …

Read More Read More

Biadab (Savage) – Part 25

Biadab (Savage) – Part 25

Biadab (Savage) – Part 25 “Bu, tadi aku ketemu bapak!” Erna baru saja tiba di rumahnya. Pada saat itu, ibunya sedang asyik menonton TV. “Ketemu di jalan depan sana—tapi setelah itu bapak langsung jalan berdagang lagi.” Mendengar pernyataan anak bungsunya, Ratna segera mematikan TV-nya. “Terus—apa kata bapakmu? Kenapa sejak kemarin nggak pulang?” Erna mendesah. Sebelum …

Read More Read More